Animated Cool Shiny Blue Pointer

History Of The Kampoeng Inggris



 SEJARAH KAMPOENG INGGRIS




Kampung Inggris, Mungkin yang kita fikirkan jika mendengar kata ini adalah suatu desa yang berarsitektur seperti negara Inggris atau mungkin suatu desa yang berkependudukan orang Inggris dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari.

Kampung Inggris bukanlah desa yang seperti itu, kampung Inggris merupakan julukan dari kota Pare, kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kampung ini sama dengan kampung lainya di Indonesia, hanya saja yang menjadikannya berbeda dengan kampung – kampung lainya yaitu terdapat ratusan lembaga kursusan bahasa Inggris dan menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Lokasi Kampung Inggris tidak jauh dengan SMK BHAKTI MULIA PARE, lebih tepatnya disebelah utara SMK BHAKTI MULIA PARE.

Penduduk kampung Inggris merupakan warga lokal asli yang berasal dari kota pare, jadi bukan bule ataupun warga Inggris yang tinggal di daerah kampung Inggris. Kampung Inggris sangatlah ramai, hal ini dimanfaatkan oleh hampir semua penduduk asli kampung Inggris untuk menjadikan rumah mereka sebagai kos- kosan ataupun untuk membuka warung makanan yang menghasilkan pendapatan cukup besar.

Banyak hal yang menjadikan Kampung Inggris unik. Kita akan mengenal banyak orang yang berasal dari daerah lain yang datang ke Kampung Inggris untuk kursus bahasa Inggris, mendengarkan komunikasi mereka yang menggunakan bahasa Inggris dimana- mana, jalanan yang dipenuhi sepeda ontel dan masih banyak lagi.

Lalu,  bagaimanakah sejarah dari kampung Inggris ? lembaga kursus yang pertama kali berdiri adalah BEC ( Basic English Course ) yang didirikan oleh Kalend Osen atau lebih akrab dipanggil Mr.Kalend pada tahun 1977. Mr.Kalen adalah pria kelahiran 4 Februari 1945 yang tampak sederhana namun bersahaja.

Pada Tahun 1967, Mr.Kalend merupakan santri yang berasal dari Kutai Kartanegara, Jawa Timur. Pada saat kelas lima, beliau terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena tidak sanggup lagi menanggung biaya pendidikan. Bahkan keinginannya untuk pulang ke kampung halamanya gagal karena kurangnya biaya.

 Dalam situasi sulit seperti itu, seorang temannya memberitahu adanya seorang  Ustaz bernama KH. Ahmad Yasid di kecamatan Pare yang mampu menguasai delapan bahasa asing. Lalu, Mr.Kalend berniat untuk berguru dengan Ustaz tersebut dengan harapan dapat menguasai satu ataupun dua bahasa asing darinya. Beliau kemudian mulai tinggal dan belajar di Pesantren Darul Falah yang berada di desa Singgahan milik Ustaz Yasid.

Suatu hari, datang dua orang mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya ( UIN Sunan Ampel Surabaya ). Kedua mahasiswa ini berniat untuk belajar bahasa Inggris kepada Ustaz Yasid untuk menghadapi Ujian yang sebentar lagi diadakan di kampus mereka. Namun Ustaz Yasid sedang pergi ke Majalengka. Kedua mahasiswa tersebut bertemu dengan Mr.Kalend saat beliau menyapu, Akhirnya Mr.Kalend lah yang membimbing kedua mahasiswa tersebut. Setelah sebulan kemudian, kedua mahasiswa tersebut lulus ujian.

Pada awalnya beliau mendirikan kursus bahasa Inggris kecil – kecilan dengan fasilitas yang sangat sederhana yang diperuntukkan untuk anak – anak desa yang kurang menguasai bahasa Inggris yang hanya berlokasi di teras masjid. Selanjutnya di rumah – rumah yang membolehkan untuk beliau ajar. Dan pada akhirnya mampu membagun gedung sendiri.

Perjuangan Mr.Kalend sangat konsisten dan pantang untuk menyerah hingga mengantarkan BEC ( Basic English Course ) menjadi sangat terkenal dan dapat mengajarkan bahasa Inggris ke murid yang berdatangan se Nusantara.

Dari sinilah mulai berkembang beberapa lembaga kursus baru untuk memenuhi permintaan kursus yang semakin meningkat, kursusan baru tersebut didirikan oleh murid lulusan BEC ( Basic English Course ) hingga menjadi ratusan lembaga kursusan yang terdapat di kampung tersebut.

Perjuangan yang sangat keras dan perjalanan yang sangat lama tersebut kini membuat hasil yang sangat besar, yakni dapat membuat kampung Inggris terkenal hingga ke luar negeri.

Demikianlah informasi dari kami untuk JB – ITC 2017. Semoga dari informasi ini dapat memotivasi kita untuk berjuang keras agar menghasilkan hal besar yang bermanfaat untuk semua orang banyak.