Animated Cool Shiny Blue Pointer

Upaya Pengolahan Sampah Di Sekolah



Artikel Karya Ilmiah Bertema Sosial

UPAYA PENGOLAHAN SAMPAH DI SEKOLAH

 


Di sekolah umumnya peserta didik cenderung kurang perhatian terhadap lingkungan di sekitarnya, Salah satunya terhadap sampah. Seperti yang kita tahu ada saja peserta didik yang masih sering membuang sampah sembarangan. Sehingga menyebabkan lingkungan sekolah menjadi kotor akibat sampah. Oleh karena itu perlu adanya perubahan dalam upaya pemberdayaan sampah. Sehingga di harapkan masa depan, sekolah selalu bersih, dan tertib dalam mengolah sampah dengan baik.
Ada beberapa faktor yang membuat peserta didik membuang sampah sembarangan di sekolah. Yang pertama karena, minimnya ketersediaan tempat/tong sampah di sekolah. Yang akhirnya membuat siswa menjadi malas untuk berjalan terlalu jauh untuk mencari tempat sampah. Akhirnya siswa pun membuang sampah seenaknya.
Yang kedua karena, tempat sampah yang berbabau tidak sedap, dan tidak sehat. Akhirnya membuat siswa enggan untuk membuang sampah karena mereka merasa jijik dengan kondisi tempat sampah buruk karena tidak di kelola dengan baik.
Yang ketiga karena, kurangnya pemahaman serta kesadaran dari peserta didik tentang budaya membuang sampah di tempatnya. Tentang apa manfaatnya, serta apa dampaknya jika selalu membuang sapah sembarangan, dll. Jadi perlu di berikan edukasi tentang penggelolaan sampah dengan baik.
Sebenarnya jika di teliti sampah tidak hanya sebagai limbah semata. Akan tetapi jika kita bisa mengolahnya dengan baik, sampah bisa sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di sekolah sendiri perlu di buatkan konsep perubahan dalam tata kelola sampah, penempatan tempat sampah di sekolah, serta kebersihan tempat sampah agar terhidar dari penyakit dan abu yang tidak sedap.
Hal yang harus dilakukan adalah? Pertama,  membagi tempat sampah menjadi dua tempat. Yang pertama tempat sampah yang khusus untuk sampah organik. Yaitu sampah yang mudah membusuk atau tidak bisa di daur ulang kembali sehingga perlu penangan khusus untuk memusnahkannya. Tetapi tidak semua sampah organik harus di musnahkan. Contohnya, kotoran hewan, limbah sayuran, sisa makanan, dll. Limbah tersebut pun bisa kita manfaatkan untuk pupuk organik, yang dapat membantu menyuburkan tanaman atau bunga. Dengan cara menimbun limbah organik tersebut di dalam tanah sampai membusuk, lalu dari hasil pembusukan itulah yang dinamakan pupuk organik.
Sedangkan satu tempat sampah lagi digunakan untuk menampung sampah non organik. Yaitu sampah yang bisa di daur ulang dan dapat digunakan kembali setelah melalui tahapan- tahapan daur ulang. Contohnya, kaleng, botol plastik, kantong kresek, bungkus makanan baik dari plastik maupun kertas, serta kertas sisa yang tidak terpakai. Agar selanjutnya bisa dikumpulkan untuk di daur ulang untuk digunakan kembali. 
 Yang kedua adalah, membentuk organisasi khusus sampah di sekolah. Tugasnya yaitu mengorganisi sampah di setiap kelas agar selalu tertib dalam membuang serta memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Lalu setiap minggunya diadakan pengumpulan sampah non organik di setiap kelas ke ruang organisasi sampah, yang selanjutnya dilakukan penimbangan berat sampah yang sudah di kumpulkan. Nantinya hasil dari pengumpulan sampah non organik tersebut, akan di tukar dengan uang yang telah di sepakati sesuai dengan berat per- kilogramnya. Dengan diadakannya sistem organisasi sampah ini di harapakan bisa membantu kelas dalam pengolahan limbah sampah, selain itu dari uang yang dihasilkan bisa bermanfaat bagi keuangan setiap kelas.
Setelah sampah non organik terkumpul setiap minggunya, maka semua petugas dan anggota dari organisasi sampah harus berkerja sama untuk menyertorkan ke pengepul rongsokan. untuk dilakukan penimbangan keseluruhan dan nantinya sampah non organik tersebut akan ditukar dengan uang. Selanjutnya uang dari hasil penjualan tersebut, bisa di gunakan untuk membeli sampah dari setiap kelas yang telah menyetorkan sampah ke organisasi. Dan sisanya bisa membantu keuangan organisasi sampah untuk membeli berbagai fasilitas yang di butuhkan, tentunya untu menunjang organisasi sampah di sekolah menjadi semakin maju.